welcome to Fahmie"s BloG




Monday, October 22, 2007

HIDUP ADALAH PANGGILAN MULIA


Para ulama dan spiritualis seringkali mengatakan bahwa manusia adalah
makhluk yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Hal ini
bukan berarti bahwa kita adalah makhluk sempurna, bukan berarti manusia
adalah sempurna, karena kesempurnaan sesungguhnya hanyalah milik Allah
semata. Namun manusia memiliki bekal yang paling sempurna kalau dibandingkan
dengan makhluk-makhluk lainnya. Seperti misalnya, manusia memiliki bekal
kesempurnaan dalam dimensi fisik, dimensi kecerdasan akal pikiran maupun
dalam kecerdasan spiritual, yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lain.

Bahkan Tuhan telah memberikan karunia kepada manusia berupa lapisan otak
neo-cortex yang memiliki kemampuan luar biasa untuk berpikir rasional dan
logis. Dengan bekal kemampuan luar biasa ini manusia dapat menjelajahi
antariksa, menggali kedalaman Samudra, hingga menghasilkan berbagai
peralatan canggih yang memudahkan hidup manusia. Inilah yang disebut dengan
kecerdasan intektual atau "IQ". Selain itu manusia juga memiliki otak limbik
yang memiliki fungsi dalam kecerdasan emosional atau "EQ" dan kecerdasan
spiritual "SQ" yang memiliki peran besar dalam meningkatkan kebijaksanaan
dalam hidup. Dengan kecerdasan inilah manusia dapat memberikan makna yang
bernilai tinggi dalam setiap aktivitas kehidupannya.

Menyadari potensi ini, maka para ulama dan spiritualis percaya bahwa hidup
kita adalah anugerah yang luar biasa. Hidup kita adalah karunia yang tak
ternilai. Kesadaran akan kesempurnaan ini, seharusnya menjadikan setiap
manusia bangga dan kagum akan kehidupannya maupun kehidupan orang lain.
Karenannya penting bagi kita untuk menyadari hal ini, kemudian menggunakan
potensi anugerah yang kita miliki untuk hal-hal luar biasa dan mulia.
Penting bagi kita untuk mengeksplorasi diri, menemukan berbagai potensi
keunikan dan bakat luar biasa dalam diri dan menggunakan untuk tujuan sukses
dan kemuliaan.

Berbekal kesempurnaan itu, setiap manusia sesungguhnya mengemban amanah yang
sangat mulia dalam kehidupan ini. Kehadiran manusia di dunia ini
sesungguhnya diharapkan memberikan peran berarti bagi kehidupan, sebagaimana
yang sudah diamanahkan oleh Tuhan. Manusia selain sebagai "abdi" dari Allah
adalah penguasa di bumi ini. Sebagai penguasa maka kehadiran kita tidak
sekedar untuk kesejahteraan diri kita, tetapi juga untuk kesejahteraan orang
lain. Kita berkewajiban memelihara kehidupan dan alam semesta dan
menggunakan segenap potensinya untuk mensejahterakan banyak orang. Inilah
peran utama manusia sebagai pembawa rahmat bagi sesama kehidupan.

Kalau demikian penting bagi kita untuk memastikan bahwa apa yang kita
lakukan, bahwa pekerjaan kita saat ini, maupun aktivitas kehidupan yang kita
kerjakan sekarang ini dapat memberikan makna bagi banyak orang orang. Bahwa
pekerjaan, bisnis ataupun kehidupan yang kita lakukan saat ini adalah mulia
dan bermakna. Dalam bekerja, berusaha dan berkarya tidak hanya untuk
memikirkan dirinya sendiri, tetapi dapat memberikan manfaat yang
sebesar-besarnya bagi sesama kehidupan. Intinya kehadiran kita di dunia ini
dituntut untuk mampu mensejahterakan diri kita sendiri, mensejahterakan
keluarga kita dan mensejahterakan orang lain serta alam lingkungan kita.

Dalam interaksi sosial di kehidupan, setiap pribadi tidak hanya dituntut
untuk mampu mensejahterakan secara lahir, namun juga mampu menjadi cahaya
bagi batin dan spiritual bagi orang lain yang membutuhkannya. Inilah insan
sejati yang dapat mengeksploitir kemampuan dirinya, baik kemampuan secara
fisik, kemampuan intelektual, kecerdasan emosi sampai pada kecerdasan
spiritualnya, agar bisa memberikan makna bagi kehidupan. Memberikan arti
perbedaan bagi orang lain dan memberikan hasil karya terbaik bagi kehidupan
dan bagi dunia.

Para ulama dan spiritualis selalu mengatakan bahwa kesuksesan sejati adalah
diukur dengan sejauh mana kita mampu mengembangkan kemampuan diri kita untuk
memberikan banyak manfaat bagi sesama kehidupan. Sejauh mana kita dapat
memberikan kontribusi kebaikan yang tulus dan ikhlas bagi sesama kehidupan.
Sejauh mana kita telah menempatkan hati yang "taqarrub" menuju kepada
sifat-sifat Allah dalam setiap gerak kehidupan di dunia.

Sahabat, hidup adalah panggilan mulia dan agung. Kehadiran kita di dunia
memiliki peran yang sangat mulia. Kalau demikian, janganlah pernah berkeluh
kesah dalam kehidupan, apalagi berputus asa ataupun membiarkan waktu
kehidupan terbuang dengan sia-sia. Tetapkanlah visi yang agung yang
dilandasi nilai-nilai kemuliaan dari dalam hati kita. Berikanlah arti dalam
setiap aktivitas kehidupan Anda. Berikanlah perbedaan yang lebih bermakna,
apakah itu ditempat kerja, dalam bisnis, maupun dalam aktivitas lainnya.
Seimbangkanlah hidup Anda, agar menjadikan hidup kita lebih mulia dan
bermakna.

Ingatlah, bahwa setiap diri kita adalah teladan bagi diri sendiri dan orang
lain. Kalau prinsip ini sudah kita jadikan landasan hidup kita, maka setiap
kehadiran kita, setiap hasil karya kita, seberapapun harta dan materi yang
kita miliki, kekuasaan yang kita dapatkan, ilmu pengetahuan dan kemajuan
teknologi yang kita kuasai adalah semata-mata ditujukan untuk kemaslahatan
umat sebesar-besarnya. Inilah karakter pribadi manusia yang sudah memahami
amanah tertinggi hidupnya. Karena hidup adalah panggilan mulia.

Semoga Bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

Oleh: Eko Jalu Santoso, Weblog: <http://www.ekojalus antoso.com/>
www.ekojalusantoso. com
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 comments: on "HIDUP ADALAH PANGGILAN MULIA"